Banten

UPDATE! Selidiki Isu Dark Web, Bank Jatim Ungkap Fakta Baru Usai Gandeng BSSN

Abdurahman | 15 Juni 2026, 20:43 WIB
UPDATE! Selidiki Isu Dark Web, Bank Jatim Ungkap Fakta Baru Usai Gandeng BSSN
Bank Jatim tepis isu kebocoran data di dark web (Dok Ist)

AKURAT BANTEN– Teka-teki mengenai klaim kebocoran data PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) di forum web gelap (dark web) akhirnya memasuki babak baru.

Setelah melakukan investigasi maraton dan melacak rekam jejak digital bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pihak manajemen kini membeberkan temuan terbaru yang krusial.

Langkah cepat ini sengaja diambil guna memberikan kepastian hukum dan transparansi penuh kepada jutaan nasabah setianya, sekaligus membongkar status asli dari sampel data yang sempat membuat heboh ruang publik tersebut.

Baca Juga: Heboh! Dugaan 5,7 Juta Data Pribadi Nasabah Bocor di Dark Web, Begini Respons Bank Jatim

Fakta Baru: Data yang Beredar Dipastikan 'Bukan' Milik Bank Jatim

Berdasarkan hasil uji forensik digital lanjutan yang dilakukan bersama para ahli siber dari BSSN, manajemen emiten berkode saham BJTM ini mengeluarkan pernyataan tegas.

Hasil pengecekan menyeluruh terhadap struktur kode, pola enkripsi, dan isi data yang diklaim bocor tersebut menunjukkan hasil yang nihil.

Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana K, menjamin bahwa seluruh benteng pertahanan siber internal perseroan tetap solid dan tidak mengalami penetrasi ilegal dari pihak luar.

Kami memastikan bahwa data yang diklaim beredar di dark web tersebut sama sekali tidak memiliki kecocokan dengan data riil transaksi, nomor rekening, maupun kredensial layanan perbankan milik nasabah Bank Jatim. Seluruh sistem operasional dan layanan digital kami berjalan normal tanpa kendala, terang Fenty dalam pembaruan keterangan resminya.

Baca Juga: Seskab Teddy Unggah Momen TNI-Polri Bersihkan Bekas Demo, Publik Soroti Sikap Aparat

Optimalisasi Teknologi CTIS: Melacak Sumber Anomali

Tidak sekadar membantah, Bank Jatim kini mengaktifkan mode siaga satu dengan memaksimalkan penggunaan Platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS) milik BSSN.

Melalui platform berbagi informasi ancaman siber secara real-time ini, tim gabungan terus memantau pergerakan aktor intelektual di balik penyebaran isu tersebut.

Kolaborasi ini mempertegas bahwa Bank Jatim tidak hanya fokus pada pertahanan internal, melainkan juga proaktif dalam ekosistem keamanan siber nasional untuk menangkal segala bentuk hoaks atau disinformasi yang menyasar sektor perbankan.

Koordinasi intensif melalui Platform CTIS BSSN terus kami lakukan untuk memvalidasi setiap pergerakan anomali. Langkah mitigasi risiko siber terus diperketat demi memastikan perlindungan konsumen berada di level tertinggi, tambahnya.

Baca Juga: Timnas Iran Dihantam Konflik Timur Tengah Jelang Piala Dunia 2026, Kapten Ungkap Situasi Mencekam

Nasabah Diimbau Tetap Tenang dan Beraktivitas Normal

Dengan adanya hasil investigasi final yang divalidasi oleh lembaga negara (BSSN) ini, masyarakat dan nasabah diimbau untuk tidak lagi berspekulasi negatif.

Seluruh dana simpanan, data pribadi, dan histori transaksi dipastikan aman 100 persen dalam perlindungan sistem yang terenkripsi ketat.

Manajemen juga mengingatkan nasabah untuk tetap menjaga kerahasiaan data pribadi seperti nomor PIN, OTP, dan password aplikasi mobile banking dari upaya penipuan yang memanfaatkan momentum isu ini.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman